Setiap orang pasti menginginkan suatu kualitas hidup yang baik, indah, menginginkan segala cita-citanya terpenuhi, menjalani hidup yang terencana demi suatu kehidupan yang sukses dan penuh kepuasan, dan masih banyak keinginan lainya. Yang jadi pertanyaan adalah :
1. Q: Salahkah punya keinginan itu ? A: tentu tidak, sah2 saja kok, toh itu smua kan cita2 yang pasti ada disetiap manusia
2. Q: Apakah semua keinginan itu bisakah semua terwujud? A: Belum tentu, kenyataanya emang demikian
3. Q: Bisakah manusia mewujudkan semua itu sendiri ? A: Pastinya tidak, manusia kan penuh keterbatasan
4. Q: Perlukan sebuah pedoman hidup agar bisa menjadi acuan dalam mewujudkan segala keinginan itu ? A: Jelas perlu, manusia kan penuh keterbatas
5. 6, 7, 8, ….. (Dan masih banyak pertanyaan lain yang bakal muncul)
Oke, kali ini kita tidak membahas pertanyaan 1, 2, 3, 5 dan seterusnya. Tapi kita liat pertanyaan “4”, sehingga ada pertanyaan lagi yang muncul. “jadi, pedoman Hidup manusia itu apa ya ? kalau orang yang beragama atau berkeTuhanan pasti bilang kitab-kitab merekalah sebagai pedoman, Islam = Alquran, Nasrani = Injil, Yahudi = Taurat, Budha = Tripitaka, Hindu = Weda ,dll, Sedangkan kalau orang Atheis pedomanya adalah yang ada didalam hatinya tidak ada wujudnya lebih pakai nalar dan logika saja. Yang jadi pertanyaan lagi, “manakah yang benar ?” Continue reading »